Sungkem Kiai
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
No Result
View All Result
Sungkem Kiai
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
Home Khazanah

Amalan Panjang Umur Ala Syekh Muhammad Nawawī al-Jāwī

Nasrullah Ainul Yaqin by Nasrullah Ainul Yaqin
7 Mei 2025
A A
Syekh Muhammad Nawawī al-Jāwī

Syekh Muhammad Nawawī al-Jāwī (Foto: Dok. Istimewa)

Tulisan ini membahas tentang khasiat surah At-Tawbah (9): 128-129 sebagai sebuah amalan yang disebutkan oleh Syekh Muhammad Nawawī al-Jāwī. Kedua ayat tersebut adalah:

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ. فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ

“Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman. Maka, jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), ‘Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang Memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.’”

Syekh Nawawī―mengutip pendapat Syekh ‘Abd al-Mu‘ṭī as-Samlāwī―menyebutkan bahwa kedua ayat tersebut merupakan kabar gembira yang agung. Sebab, barang siapa yang istikamah membaca kedua ayat tersebut pada pagi hari dan sore hari, maka ia tidak akan meninggal pada hari itu dan tidak pula pada malam itu. Dalam hal ini, Nabi Muhammad saw. bersabda bahwa barang siapa yang membaca kedua ayat tersebut setiap hari, maka ia tidak akan meninggal pad hari itu. Jika ia dibaca pada malam hari, maka ia tidak akan meninggal pada malam itu. Dalam praktiknya, ada orang yang saleh membaca kedua ayat tersebut secara istikamah. Waktu itu, dia sedang sakit dan sudah berumur 70 tahun. Dia terus-menerus membaca kedua ayat tersebut secara istikamah sampai berumur 130 tahun. Ketika Allah hendak mencabut nyawanya pada masa itu, maka dia bermimpi Nabi Muhammad saw. seraya bersabda, “Mau sampai kapan kamu melarikan diri dari Kami? Berhentilah membaca kedua ayat itu.” Maka, dia berhenti membaca kedua ayat tersebut dan akhirnya meninggal (Fatḥ aṣ-Ṣamad al-‘Ālim, hlm. 52).

Di sisi lain, Syekh Nawawī menyebutkan karamah seorang ulama dan sufi besar, Syekh Abū Bakar asy-Syiblī, yang mendapatkan penghormatan dan kecupan di bagian keningnya dari Nabi Muhammad saw. karena istikamah membaca kedua ayat tersebut disertai membaca selawat setiap selesai melaksanakan salat wajib. Dalam hal ini, suatu ketika Syekh asy-Syiblī mengunjungi Syekh Ibnu Mujāhid, lalu Syekh Ibnu Mujāhid memeluknya dan mencium keningnya. Ketika ditanya mengapa dia mencium kening Syekh asy-Syiblī, maka Syekh Ibnu Mujāhid berkata, “Aku pernah bermimpi Nabi Muhammad saw. Tiba-tiba asy-Syiblī datang. Maka, Nabi Muhammad saw. berdiri karena menyambut kedatangan asy-Syiblī dan kemudian mencium keningnya. Aku bertanya kepada Nabi Muhammad saw., ‘Ya Rasulullah, engkau melakukan hal ini kepada asy-Syiblī?’ Beliau menjawab ‘iya’ sembari menjelaskan alasan beliau melakukan hal itu, yaitu karena asy-Syiblī istikamah membaca surah At-Tawbah (9): 128-129 dan selawat setiap selesai melaksanakan salat wajib.” Dalam hal ini, setiap Syekh asy-Syiblī melaksanakan salat wajib, maka beliau membaca ayat:

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ. فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ

dan kemudian dilanjutkan dengan membaca selawat “صلى الله عليك يا محمد”/ṣallallāhu ‘alayka ya muḥammad. “Lalu, aku (Ibnu Mujāhid) bertanya kepada asy-Syiblī tentang bacaan yang biasa dia baca setiap habis salat wajib. Maka, dia menyebutkan bacaan seperti yang diutarakan oleh Rasulullah saw. tersebut.” (Naṣā’iḥ al-‘Ibād fī Bayān Alfāẓin Munabbihātin ‘alā al-Isti‘dād li Yawm al-Ma‘ād, hlm. 8). Wallāhu A‘lam wa A‘lā wa Aḥkam…

Nasrullah Ainul Yaqin

Nasrullah Ainul Yaqin

Alumnus Kajian Maqasid dan Analisis Strategik Interdisciplinary Islamic Studies Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

ARTIKEL TERKAIT

Rajab dan Seni Merawat Makna
Khazanah

Rajab dan Seni Merawat Makna

15 Januari 2026
Menemukan Mikraj Kecil dalam Setiap Sujud Kita
Khazanah

Menemukan Mikraj Kecil dalam Setiap Sujud Kita

15 Januari 2026
Doa, Jhembharate dan Cerita Orang-Orang dari Suku Kindah
Khazanah

Doa, Jhembharate dan Cerita Orang-Orang dari Suku Kindah  

23 Desember 2025
Kiai atau Pendakwah Penampilan Mewah
Khazanah

Kiai atau Pendakwah Penampilan Mewah

3 November 2025
Bintang di Langit Kenabian: Cahaya Wanita Surga yang Tak Pernah Padam
Khazanah

Bintang di Langit Kenabian: Cahaya Wanita Surga yang Tak Pernah Padam

8 Oktober 2025
Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari
Khazanah

10 Indikator Cinta Nabi Menurut Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari

16 September 2025

Discussion about this post

BACA JUGA

Sudahkah Kita Menghargai Tangan-Tangan yang Menumbuhkan Pangan?

Sudahkah Kita Menghargai Tangan-Tangan yang Menumbuhkan Pangan?

4 Maret 2026
Catatan Ngaji KH. An’im (2): Fokus Melangkah dan Berbenah Diri, Abaikan Penilaian Orang Lain

Catatan Ngaji KH. An’im (2): Fokus Melangkah dan Berbenah Diri, Abaikan Penilaian Orang Lain

3 Maret 2026
Catatan Ngaji KH. An’im (1): Keilmuan Mbah Dim dan Thariqah Ta’lim wa Ta’allum

Catatan Ngaji KH. An’im (1): Keilmuan Mbah Dim dan Thariqah Ta’lim wa Ta’allum

24 Februari 2026
As-Siroj Al-Munir, Karya Ulama Alexandria yang Serasi Dengan Suasana Keislaman di Madura

As-Siroj Al-Munir, Karya Ulama Alexandria yang Serasi Dengan Suasana Keislaman di Madura

24 Februari 2026
Kiai dan Tantangan Zaman: Menjaga Cahaya Pesantren di Era Digital

Kiai dan Tantangan Zaman: Menjaga Cahaya Pesantren di Era Digital

16 Februari 2026
KH Abdul Karim

Belajar yang Tak Pernah Usai: KH Abdul Karim dan Keinginan Diakui sebagai Santri Syaikhona Kholil Bangkalan

15 Februari 2026
  • Tentang
  • Kirim Tulisan
  • Kontributor
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 sungkemkiai.com - All rights reserved.

No Result
View All Result

Copyright © 2025 sungkemkiai.com - All rights reserved.