Sungkem Kiai
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
No Result
View All Result
Sungkem Kiai
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
Home Uswah

Kisah Akhlak Sayyidina Ali yang Membuat Matahari Tertahan

Nasrullah Ainul Yaqin by Nasrullah Ainul Yaqin
18 Februari 2024
A A
Kisah Akhlak Sayyidina Ali yang Membuat Matahari Tertahan

Ilustrasi: pinterest/etsy

Jika Syekh Ismâ‘îl al-Haḍramî memiliki karomah bisa menahan matahari agar tidak terbenam (lihat Nasrullah Ainul Yaqin, Karomah Syekh Ismail al-Hadhrami yang Bisa Menahan Matahari), maka keagungan akhlak Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib as. mampu menahan matahari agar tidak terbit. Kisah agung berikut ini disebutkan oleh Syekh Muḥammad bin Abî Bakr (al-Mawâ‘iẓ al-‘Uṣfûriyyah, hlm. 3-4), Syekh Muḥammad Nawawî al-Jâwî (Qâmi‘ aṭ-Ṭugyân ‘alâ Manẓûmah Syu‘ab al-Ȋmân, bagian ke-75 tentang Tawqîr al-Kabîr wa Raḥmah aṣ-Ṣagîr, hlm. 53-54), dan Habib Zein bin Smith (al-Fawâ’id al-Mukhtârah, 2008: 71).

Disebutkan bahwa Sayyidina ‘Ali as. pernah terburu-buru menuju masjid agar bisa salat berjemaah Subuh bersama Rasulullah saw. dan para sahabat yang lain. Namun, di tengah perjalanan beliau bertemu seorang lelaki tua yang berjalan dengan santai dan tenang. Meskipun dalam kondisi terburu-buru, tetapi Sayyidina ‘Ali as. enggan mendahului lelaki tua itu karena menghormati ketuaannya. Sementara matahari akan segera terbit saking santainya lelaki tua itu berjalan.

Ketika sampai di masjid, lelaki tua itu tidak masuk ke dalam masjid. Sayyidina ‘Ali as. paham bahwa lelaki tua itu adalah orang Nasrani (Kristen), dan beliau lantas masuk ke dalam masjid dan menjumpai Rasulullah saw. sedang rukuk. Dalam hal ini, Rasulullah saw. memperlama rukuknya sekitar dua rukuk sehingga Sayyidina ‘Ali as. bisa bermakmum.

Setelah selesai salat Subuh, Sayyidina Ali as. bertanya mengapa Rasulullah saw. memperlama rukuknya. Sebab, Rasulullah saw. tidak pernah melakukan hal itu sebelumnya. Rasulullah saw. menjawab bahwa ketika beliau hendak iktidal setelah membaca subḥâna rabbiyal ‘aẓîmi di waktu rukuk tiba-tiba malaikat Jibril as. menaruh sayapnya ke punggung Rasulullah saw. beberapa lama. Rasulullah saw. kemudian mengangkat kepalanya (iktidal) setelah malaikat Jibril as. mengangkat sayapnya.

Para sahabat bertanya mengapa malaikat Jibril as. melakukan hal itu. Rasulullah saw. menjawab bahwa beliau belum sempat bertanya kepada malaikat Jibril mengenai hal itu. Malaikat Jibril as. kemudian datang dan menjelaskan kepada Rasulullah saw. bahwa Sayyidina ‘Ali as. sedang terburu-buru ke masjid untuk melaksanakan salat Subuh berjemaah.

Namun, di tengah perjalanan Sayyidina ‘Ali as. bertemu lelaki tua yang beragama Nasrani, dan beliau tidak tahu kalau lelaki tua itu adalah seorang Nasrani. Dalam kondisi seperti ini, beliau tetap menghormati lelaki tua itu karena ketuaannya. Oleh karena itu, beliau menjaga hak lelaki tua itu (yaitu sebagai orang tua yang harus dihormati) dan tidak mendahuluinya.

Akhirnya, Allah menyuruh malaikat Jibril as. untuk menahan rukuk Rasulullah saw. sehingga Sayyidina ‘Ali as. bisa bermakmum. Hal ini bukan perkara aneh dan mustahil karena di sisi lain Allah menyuruh malaikat Mikail as. untuk menahan matahari dengan sayapnya agar tidak terbit dahulu. Semua ini dilakukan semata-mata karena menghormati Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib as. yang telah menghormati orang tua meskipun seorang Nasrani. Wallâhu A‘lam wa A‘lâ wa Aḥkam…

Nasrullah Ainul Yaqin

Nasrullah Ainul Yaqin

Alumnus Kajian Maqasid dan Analisis Strategik Interdisciplinary Islamic Studies Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

ARTIKEL TERKAIT

KH Abdul Karim
Uswah

Belajar yang Tak Pernah Usai: KH Abdul Karim dan Keinginan Diakui sebagai Santri Syaikhona Kholil Bangkalan

15 Februari 2026
Ketika Nabi Muhammad SAW Tidak Punya Uang
Uswah

Ketika Nabi Muhammad SAW Tidak Punya Uang

14 Januari 2026
Ketika Surga Terasa Lebih Dekat: Kisah Perpisahan Fathimah Az-Zahra
Uswah

Ketika Surga Terasa Lebih Dekat: Kisah Perpisahan Fathimah Az-Zahra

1 Januari 2026
Ketekunan Mengalahkan Kebodohan
Uswah

Ketekunan Mengalahkan Kebodohan: Studi Kasus Al-Muzani dalam Tradisi Ilmiah Islam

26 Juli 2025
R.K.H. Muhammad Syamsul Arifin
Tokoh

R.K.H. Muhammad Syamsul Arifin, Bapak Pembaruan Banyuanyar yang Arif dan Berkemajuan

26 Juni 2025
Ketika Syaikh Baqir Al-Jugjawi Diminta Pulang oleh Pamannya, KH. Ahmad Dahlan
Uswah

Ketika Syaikh Baqir Al-Jugjawi Diminta Pulang oleh Pamannya, KH. Ahmad Dahlan

23 Agustus 2025

Discussion about this post

BACA JUGA

Kiai dan Tantangan Zaman: Menjaga Cahaya Pesantren di Era Digital

Kiai dan Tantangan Zaman: Menjaga Cahaya Pesantren di Era Digital

16 Februari 2026
KH Abdul Karim

Belajar yang Tak Pernah Usai: KH Abdul Karim dan Keinginan Diakui sebagai Santri Syaikhona Kholil Bangkalan

15 Februari 2026
Yang Harus Diingat, Al-Ghazali Juga Penulis

Yang Harus Diingat, Al-Ghazali Juga Penulis

3 Februari 2026
Kebebasan Berfatwa atau Kekacauan Beragama? Debat Panjang Taqlid dalam Fath al- Majid

Kebebasan Berfatwa atau Kekacauan Beragama? Debat Panjang Taqlid dalam Fath al- Majid

30 Januari 2026
Santri Harus Tahu Esensi Ras Terkuat di Bumi

Santri Harus Tahu Esensi Ras Terkuat di Bumi

30 Januari 2026
Mitos dan Kimia Kebahagiaan Imam al-Ghazali

Mitos dan Kimia Kebahagiaan Imam al-Ghazali

26 Januari 2026
  • Tentang
  • Kirim Tulisan
  • Kontributor
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 sungkemkiai.com - All rights reserved.

No Result
View All Result

Copyright © 2025 sungkemkiai.com - All rights reserved.