Sungkemkiai.com
kirim tulisan
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
No Result
View All Result
Sungkemkiai.com
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
Home Maqola

Kumpulan Kata-Kata Bijak Gus Mus (KH. Ahmad Mustofa Bisri)

Ada yang sibuk memperdebatkan ibadah, hingga tak sempat ibadah

Redaksi Oleh Redaksi
7 Juni 2025
A A
Kumpulan Kata-Kata Bijak Gus Mus (KH. Ahmad Mustofa Bisri)

Gambar: Kumpulan Kata-Kata Bijak Gus Mus (KH. Ahmad Mustofa Bisri)

Sungkemkiai.com – Pada artikel ini kami akan membagikan kumpulan kata-kata bijak Gus Mus yang penuh makna dan menyejukkan serta biografi singkat kiai asal Rembang ini. Berikut Ulasannya.

Biografi Singkat Gus Mus

Gus Mus, nama panggilan dari KH. Ahmad Mustofa Bisri, adalah seorang kiai asal Rembang, Jawa Tengah. Lahir pada tanggal 10 Agustus 1944, beliau berasal dari keluarga santri yang tumbuh dalam lingkungan yang patriotik, intelek, progresif, dan penuh kasih sayang. Ayahnya, KH. Bisri Mustofa, dan ibunya, Marafah Cholil, memberikan pengaruh besar dalam pembentukan karakter Gus Mus.

Gus Mus dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang patriotis, intelek, progresif sekaligus penuh kasih sayang. Kakeknya, KH. Zaenal Mustafa, dikenal sebagai seorang saudagar terkenal yang sangat menyayangi para ulama. Ayah Gus Mus, KH. Bisri Mustofa, memiliki perhatian khusus terhadap pendidikan anak-anaknya, termasuk Gus Mus. Meskipun ayahnya memiliki sifat otoriter, beliau selalu mendukung perkembangan keilmuan anak-anaknya sesuai dengan minat masing-masing.

Pada tahun 1955, KH. Bisri Mustafa mendirikan pondok pesantren yang diberi nama Raudlatut Thalibin. Setelah kakaknya, KH. Cholil Bisri, meninggal dunia, Gus Mus mengambil alih kepemimpinan dan pengasuhan pondok pesantren Raudlatut Thalibin. Hingga saat ini, beliau terus memimpin pesantren tersebut dengan dibantu oleh putra KH. Cholil Bisri. Pesantren ini terletak di Desa Leteh, Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sekitar 115 kilometer di sebelah timur Kota Semarang.

Gus Mus dikenal sebagai seorang kiai yang memiliki pemikiran progresif dan kritis. Beliau dikenal luas melalui karya-karyanya, seperti puisi dan tulisan-tulisannya yang mengandung nilai-nilai kehidupan, keagamaan, dan sosial. Selain itu, ia juga sering memberikan ceramah dan pengajian yang membahas berbagai isu aktual dan penting dalam masyarakat. Gus Mus adalah sosok yang dihormati dan dijadikan panutan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar pesantren.

Kata-Kata Bijak Gus Mus (KH. Ahmad Mustofa Bisri)

Berikut ini merupakan kumpulan kata-kata bijak Gus Mus penuh makna dan menyejukkan yang dikutip dari akun resmi twitter Gus Mus @gusmusgusmu dan sebagiannya kata bijak beliau yang terekspos di media:

  • Dua orang saling mencaci; pemenangnya ialah yang paling nista.
  • Sedikit tapi cukup lebih baik daripada banyak tapi membuat lalai.
  • Cintai dan pujilah pasanganmu, setinggi langit sekalipun, tapi tak usah membandingkannya dengan merendahkan pasangan orang lain.
  • Salah satu faktor utama yang membedakan orang dewasa dari kanak-kanak adalah kemampuannya berbeda dengan orang lain.
  • Pilihanmu adalah yang terbaik bagimu; seperti pilihan saudaramu adalah yang terbaik baginya. Kalau masing-masing saling menjelekkan pilihan yang lain, bagaimana orang meyakini keterbaikannya?
  • Bagaimana kita ingin Allah mencintai kita, jika kita tidak mampu menghargai hamba-hambaNya.
  • Marilah kita jadikan juga puasa untuk melatih kemampuan kita ber kata baik atau diam.
  • Ada yang sibuk memperdebatkan ibadah, hingga tak sempat ibadah.
  • Aku teringat apa yang kubaca tentang tablig Rasulullah SAW yang santun dan lembut. Benar-benar mengajak. Tak pernah Rasulullah tunjuk hidung. Jangan-jangan dalam bertablig panutan mubalig-mubalig itu bukan Rasulullah, pikirku. Lalu siapa?
  • Allah yang maha pengasih dan penyayang hanya mengasihsayangi hamba-hambanya yang memiliki rasa belas kasihan.
  • Apa yang tidak mengingatkanmu kepada-NYA? lalu apa yang membuatmu lupa?
  • Berbahagialah mereka yang tidak mempunyai sesuatu untuk dikatakan dan diam.
  • Berbuat baik sajalah dan biarkan mereka yang menerima kebaikanmu yang mengingatnya.
  • Berfikir sama pentingnya dengan berdzikir. Mengapa orang sering dinjurkan untuk berdzikir sedang yang berfikir sering dianggap kafir.
  • Berikhtiarlah sambil berdoa kepada Allah. Karena hasil ikhtiarmu tidak di tanganmu. Tapi di tangan-Nya.
  • Berpikirlah sebelum bertindak, mencakup juga berpikir sebelum bicara dan sebelum menulis.
  • Bila apa yang engkau harap-harapkan lambat datangnya, yakinlah bahwa Allah sedang menguji kesabaranmu.
  • Bila mengubah sikapmu sendiri engkau kesulitan, bagaimana engkau hendak engubah sikap orang lain?
  • Bila tak mampu memberi manfaat, janganlah berbuat mudarat.
  • Boleh berhenti sekolah, tapi jangan berhenti belajar.
  • Boleh jadi dosa yang kita anggap remeh adalah dosa besar di sisi Allah. Maka kita perlu selalu berhati-hati dan banyak beristigfar kepada-NYA
  • Dalam mengajak kebaikan, bersikap keraslah kepada diri sendiri dan lemah lembutlah kepada orang lain. Jangan sebaliknya.
  • Dijelek-jelekin kan tidak berarti jelek. Kalau membalas jelek-jelekin, malah jadi jelek dan membenarkan  ucapan orang yang jelek-jelekin.
  • Geram pada malam tak hilangkan kelam, murka pada siang tak sirnakan bayang.
  • Iman tidaklah sekedar ucapan, tapi amanah dan tanggung jawab.
  • Jika kau bergembira, perlihatkanlah kegembiraanmu, agar orang di sekitarmu ikut gembira. Tapi bila berduka, jangan perlihatkan kecuali kepada-Nya.
  • Kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Adil itu lbh dekat kepada takwa. Takwalah kepada Allah.
  • Kebencian yang bercampur dengan iri dengki menyebabkan orang kalap dan seringkali menghalalkan segala cara.
  • Kecantikan batiniahmu dapat memperelok lahiriahmu dan tidak sebaliknya.
  • Kesombongan tidak mampu menutupi kebodohan, bahkan justru memperjelas. Kebodohan hanya bisa terkikis oleh kerendahan hati untuk terus belajar.
  • Kita perlu berusaha selalu berbuat baik kepada hamba Allah; bukan demi mendapatkan balasannya, tapi demi mendapatkan Ridha-Nya.
  • Malaikat tidak pernah salah, setan tidak pernah benar. Manusia bisa salah dan benar, maka kita dianjurkan saling mengingatkan bukan menyalahkan.
  • Masing-masing kita punya kelebihan dan kekurangan. Marilah saling melengkapi dan menyempurnakan untuk mencapai kebahagiaan sempurna, kebahagiaan kita bersama.
  • Menghormati orang lain adalah bagian dari menghormati diri sendiri.
  • Menghormati tamu itu merupakan anjuran Rasulullah; jadi siapapun tamu kita, mesti kita hormati. Muslim yang baik ialah yang dapat menundukkan rasa suka dan tidak sukanya demi melaksanakan ajaran Rasulnya.
  • Orang yang tidak mampu melihat kekurangannya sendiri, sulit bisa melihat kelebihan-kelebihan orang lain.
  • Orang yg paling lemah ialah orang yang tidak mampu mendapatkan teman. Lebih lemah lagi: orang yang mendapatkannya dan menyia-nyiakannya.
  • Penampilan luar orang belum tentu menggambarkan pribadinya, bahkan seringkali kita terkecoh kalau hanya melihat penampilan seseorang. Bukankah kita sering melihat orang yang tampaknya sopan dan halus, ternyata tabiatnya suka menghasut.
  • Perbedaan adalah hal yang fitri. Maka upaya penyeragaman merupakan upaya sia-sia.
  • Persoalan pribadi kita janganlah kita biarkan mempengaruhi dan merusak hubungan baik kita dengan sesama.
  • Sebelum Anda menasihati orang banyak, sudahkah Anda menasihati diri Anda sendiri?
  • Sebelum menendang, perlu engkau sadari bahwa engkau akan berdiri dengan satu kaki saja.
  • Sebesar apa pun masalah kita, akan terasa kecil bila kita  benar-benar yakin mempunyai Tuhan yang Maha Besar.
  • Sering kali pilihan Tuhan untuk kita tidak seperti yang kita inginkan. Baru belakangan kita ketahui bahwa pilihan-NYA yang terbaik.
  • Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Kita bisa dan lebih baik mengambil manfaat dari kelebian orang daripada sibuk dengan kekurangannya.
  • Tidak ada alasan untuk tak bersedekah kepada sesama. Karena sedekah tidak harus berupa harta. Bisa berupa ilmu, tenaga, bahkan senyum.
  • Tradisi yang baik memang perlu kita lestarikan, tapi yang buruk apa mesti kita lestarikan? kalau begitu apa bedanya kita dengan kaum jahiliyah yang dahulu mengecam Nabi kita yang mereka anggap merusak tradisi yang sudah lama dijalankan nenek-moyang mereka?

Demikian kumpulan kata-kata bijak KH. Ahmad Mustofa Bisri atau akrab dikenal Gus Mus serta sedikit biografi singkay beliau. Semoga bermanfaat dan barokah untuk kehidupan kita bersama.

Tags: Gus MusKata-kata BijakQuotes KiaiQuotes Ulama
Redaksi

Redaksi

Apa yang dihafal akan hilang, dan apa yang ditulis akan kekal. —Pepatah Arab

POSTINGAN TERKAIT

Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2024 atau 1445 Hijriyah: Inspirasi dan Doa untuk Keluarga dan Sahabat
Maqola

Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2024 atau 1445 Hijriyah: Inspirasi dan Doa untuk Keluarga dan Sahabat

14 Juni 2024
Kumpulan Kata-kata Bijak Sayyidina Ali bin Abi Thalib Penuh Makna
Maqola

Kumpulan Kata-kata Bijak Sayyidina Ali bin Abi Thalib Penuh Makna

5 Agustus 2023
Quotes K H. Afifuddin Muhajir
Maqola

Quotes K H. Afifuddin Muhajir tentang Orang Hebat

10 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Discussion about this post

TERBARU

Memahami Waria yang Dirahmati Allah dalam Karya al-Ghazali

Memahami Waria yang Dirahmati Allah dalam Karya al-Ghazali

26 Agustus 2025
Zaid: Dari Contoh Nahwu ke Cermin Peradaban

Zaid: Dari Contoh Nahwu ke Cermin Peradaban

24 Agustus 2025
Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 dan 17

Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 dan 17

18 Agustus 2025
Santri membentangkan bendera Merah Putih

Hari Kemerdekaan ke-80: Momentum Santri Menyuarakan Amanah Rakyat

17 Agustus 2025
KH. Ahmad Mudjab Mahal

Menilik Dua Tafsir Khas Indonesia Karya KH. Ahmad Mudjab Mahalli Yogyakarta

16 Agustus 2025

PILIHAN EDITOR

Haji Mabrur, Bukan Sekadar Gelar (Refleksi Musim Haji 1446 H)

Haji Mabrur, Bukan Sekadar Gelar (Refleksi Musim Haji 1446 H)

Oleh Jamal Muhammad
12 Juni 2025

Menggali Potensi Bisnis Digital di Era AI, Jangan Sampai Tertinggal!

Menggali Potensi Bisnis Digital di Era AI, Jangan Sampai Tertinggal!

Oleh Admin
10 April 2025

Pentingnya Niat pada Waktu Belajar: Perpektif Kitab Ta’limul Muta’alim

Pentingnya Niat pada Waktu Belajar: Perpektif Kitab Ta’limul Muta’alim

Oleh Shinta Ayu Cahyaningrum
15 Juli 2024

Memahami Biaya Umrah di Jakarta: Panduan Lengkap

Memahami Biaya Umrah di Jakarta: Panduan Lengkap

Oleh Admin
13 April 2024

Novel Lelaki Tua dan Laut

Review Novel Lelaki Tua dan Laut: Santiago adalah Bapak, Manolin adalah Saya, Ikan Marlin adalah Kamu yang Tertaklukan

Oleh Fathur Roziqin
27 Juni 2025

  • Tentang
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
  • Kontributor
  • Pedoman Media Siber

© 2025 sungkemkiai.com - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah

© 2025 sungkemkiai.com - All Rights Reserved.