Sungkemkiai.com
kirim tulisan
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
No Result
View All Result
Sungkemkiai.com
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
Home Kolom

Suka Duka Merintis TPQ di Salah Satu Dusun Perbatasan Jogja-Magelang

Shinta Ayu Cahyaningrum Oleh Shinta Ayu Cahyaningrum
15 Juli 2024
A A
Suka Duka Merintis TPQ di Salah Satu Dusun Perbatasan Jogja-Magelang

Halo teman-teman, perkenalkan aku seorang mahasiswa semester dua. Di sini aku akan berbagi sedikit pengalaman sebuah TPQ rintisanku yang lahir karena keprihatinan sehingga tanpa banyak persiapan. Sehingga banyak hal yang harus kuusahakan dan kudoakan. Semoga ada hal positif yang dapat kalian ambil. Selamat membaca ya. 

Di salah satu Dusun yang terletak di pinggiran kota Yogyakarta namun lebih dekat ke Magelang, aku merintis sebuah TPQ. TPQ ini berdiri karena melihat situasi yang sangat memprihatinkan karena dusun ini tidak ada tempat yang memfasilitasi untuk anak-anak mengaji. Di sisi lain faktor kurangnya ilmu agama menjadi pengaruh besar di lingkungan ini, sehingga pendidikan agama kurang diperhatikan.

Sangat memprihatinkan ketika anak ingin mengaji harus ke desa lain, namun itu sangat tidak efektif karena beberapa orangtua kurang mendukung dan memberi fasilitas. Sehingga beberapa anak hanya semaunya sendiri ketika mengaji, kadang berangkat dan sering tidak berangkat dan ketika sudah sampai tempat pengajian tidak mengaji hanya jajan atau bermain dengan temannya bila diketahui orangtuanya anak tersebut dimarahi setelah itu tidak boleh berangkat lagi serta banyak masalah lainnya.

Dengan segala pertimbangan yang matang untuk membantu anak-anak, aku berusaha mengadakan TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an). TPQ diadakan di rumahku setiap hari waktunya ba’da magrib. Materi yang diajarkan yaitu tartil, kitab kuning, rotib al haddad, dan hadroh. Namun karena masyarakat setempat minim ilmu agama sehingga kurang memperhatikan TPQ.

Di sana TPQ berdiri mandiri sehingga tidak mudah begitu saja, karena semua dilakukan sendiri sehingga terkendala biaya dan fasilitas.  Saat itu, sebanyak 25 anak tidak mempunyai iqro’ maupun Al Qur’an sama sekali, belum ada tikar atau alas untuk mengaji, meja, dan sebagainya. Dengan modal seadanya dengan menggunakan uang tabungan karena masih mahasiswa. Yaa, walaupun kurang mencukupi. Dengan kekurangan tersebut aku membuka donasi kepada teman-teman di sosial media, alhasil ada beberapa teman yang merespon baik hingga uang terkumpul Rp.1.000.000. 

Setelah TPQ berjalan 6 bulan, di Kabupaten Sleman ada kompetisi yaitu pemuda pelopor, aku berinisiatif untuk mengikuti kompetisi tersebut. Dengan mengangkat tema “program-program di TPQ”. Saat itu orientasi dapat juara hanya karena hadiahnya berupa uang tunai yang fantastis karena dapat digunakan untuk kelangsungan kegiatan di TPQ. Dengan segala ikhtiar dan doa, alhamdulillah mendapat juara. Lalu uang tersebut digunakan untuk membeli gorden penyekat karena kegiatan mengaji dilakukan di ruang tamu. Lalu untuk membeli beberapa kekurangan prasarana yang lainnya.

Setelah TPQ berjalan satu tahun anak-anak menginginkan ada latihan hadroh atau rebana. Di sini pengasuh timbul keresahan karena TPQ belum mempunyai alat hadroh dan belum ada pelatihnya. Lalu TPQ pinjam rebana di mushola namun hanya ada satu seat yang isinya hanya 6 alat, padahal semua anak ingin memainkan alat. Lalu aku menyiasati agar yang anak perempuan yang vokal melantukan sholawat sedangkan untuk anak laki-laki yang mengiringi menggunakan alat rebana. Dengan alat yang minim dan pelatih dari luar hadroh berjalan dengan lancar.

Lalu berjalan beberapa bulan ibu-ibu dusun setempat ingin mengikuti latihan hadroh, timbul keresahan lagi karena alat masih kurang banyak. Bagaimanapun harus mengusahakan pengadaan alat, lalu mencari info seputar bantuan dana dari pemerintah untuk bidang keagamaan. Ternyata saat itu ada dan diarahkan oleh Dewan dan perangkat kelurahan setempat untuk mencoba memasukkan proposal ke salah satu badan di Provinsi. Dengan beberapa kali revisi proposal pengajuan bantuan setelah 3 bulan alhamdulillah TPQ mendapat bantuan senilai Rp.20.000.000. Nilai yang sangat banyak dan tidak terduga. Dengan bantuan tersebut dapat membeli empat seat alat hadroh, sound, mixer, puluhan iqro’ maupun Al Qur’an, meja panjang, dan fasilitas lainnya. 

Seiring berjalannya TPQ ada beberapa kendala kecil, seperti: anak yang merasa terbebani karena belum terbiasa dengan tajwid dan makhorijul huruf yang tepat, tidak bersemangat karena sudah lelah sekolah full day, kurang mendapat dukungan orang tua karena anak tersebut dituntut untuk fokus belajar materi pelajaran saja, dan lain-lain.

Untuk mengatasi hal-hal tersebut kami mengupayakan untuk membuat pembelajaran yang se-inovatif mungkin dengan memberi mainan di dalam jeda mereka mengaji, reward, ice breaking, latihan hadroh, rutinan wisata religi, dan lain-lain. Selain itu kami mengadakan pertemuan wali santri untuk memberi pemahaman tentang pentingnya mengaji atau ilmu agama dan informasi program selama satu tahun. Dengan proses yang panjang, kini TPQ telah berjalan 2,5 tahun. Semoga Allah SWT memberi istiqomah dan berkah.

Shinta Ayu Cahyaningrum

Shinta Ayu Cahyaningrum

Mahasiswa Magister Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia

POSTINGAN TERKAIT

Memahami Waria yang Dirahmati Allah dalam Karya al-Ghazali
Kolom

Memahami Waria yang Dirahmati Allah dalam Karya al-Ghazali

26 Agustus 2025
Santri membentangkan bendera Merah Putih
Kolom

Hari Kemerdekaan ke-80: Momentum Santri Menyuarakan Amanah Rakyat

17 Agustus 2025
Jernih Menilai Polemik Tambang PBNU
Kolom

Jernih Menilai Polemik Tambang PBNU

18 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Discussion about this post

TERBARU

Memahami Waria yang Dirahmati Allah dalam Karya al-Ghazali

Memahami Waria yang Dirahmati Allah dalam Karya al-Ghazali

26 Agustus 2025
Zaid: Dari Contoh Nahwu ke Cermin Peradaban

Zaid: Dari Contoh Nahwu ke Cermin Peradaban

24 Agustus 2025
Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 dan 17

Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 dan 17

18 Agustus 2025
Santri membentangkan bendera Merah Putih

Hari Kemerdekaan ke-80: Momentum Santri Menyuarakan Amanah Rakyat

17 Agustus 2025
KH. Ahmad Mudjab Mahal

Menilik Dua Tafsir Khas Indonesia Karya KH. Ahmad Mudjab Mahalli Yogyakarta

16 Agustus 2025

PILIHAN EDITOR

Ayat-Ayat Ekologi dalam Tafsir Hidayatul Qur’an

Ayat-Ayat Ekologi dalam Tafsir Hidayatul Qur’an

Oleh Akmal Khafifudin
27 Juni 2025

Ketika Syaikh Baqir Al-Jugjawi Diminta Pulang oleh Pamannya, KH. Ahmad Dahlan

Ketika Syaikh Baqir Al-Jugjawi Diminta Pulang oleh Pamannya, KH. Ahmad Dahlan

Oleh Akmal Khafifudin
23 Agustus 2025

Donghua: Pesona Animasi Tiongkok yang Mendunia

Donghua: Pesona Animasi Tiongkok yang Mendunia

Oleh Admin
25 Mei 2025

Bagaimana Drama Korea Mengubah Cara Kita Melihat Kehidupan?

Bagaimana Drama Korea Mengubah Cara Kita Melihat Kehidupan?

Oleh Admin
26 Mei 2025

perempuan solehah

Cermin Aisyah dalam Generasi Perempuan Milenial dan GEN  Z

Oleh Iffah Sholehah Mahmud
27 Juni 2025

  • Tentang
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
  • Kontributor
  • Pedoman Media Siber

© 2025 sungkemkiai.com - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah

© 2025 sungkemkiai.com - All Rights Reserved.