Sungkem Kiai
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
No Result
View All Result
Sungkem Kiai
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
Home Kolom

Perbedaan Jumlah Rakaat Tarawih, Representasi Pluralisme Indonesia

M. Warits by M. Warits
13 Maret 2024
A A
Perbedaan Jumlah Rakaat Tarawih, Representasi Pluralisme Indonesia

Ilustrasi: Salat Tarawih (Foto: Pexels.com/mohammad ramezani)

Setelah menyelesaikan delapan rakaat Salat Tarawih, beberapa jamaah ada yang meninggalkan tempat Salat. Mereka kemudian melanjutkan Salat Witir sebanyak tiga rakaat di tempat lain yang memang sudah disediakan oleh pengurus masjid bersama beberapa jamaah lain. Sementara sisanya tetap melanjutkan Salat Tarawih sampai selesai dua puluh rakaat yang kemudian dilanjutkan dengan tiga rakaat Salat Witir.

Situasi seperti inilah yang terjadi di Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Memang terjadi perselisihan pendapat  terkait rakaat Salat Tarawih, Salat tahunan yang didirikan ketika malam hari bulan Ramadan. Sebagian ada yang berpendapat delapan rakaat, dua puluh, dan bahkan ada juga yang mendirikan Salat ini dengan tiga puluh enam rakaat.

Beberapa masjid mungkin secara khusus dari tahun ke tahun mendirikan Salat Tarawih dua puluh rakaat, atau delapan rakaat atau lebih. Tetapi tidak dengan yang berlangsung di masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di sini secara sekaligus, baik yang ikut pemahaman delapan atau dua puluh, sama-sama melaksanakan Salat Tarawih dengan Imam yang sama dalam satu atap.

Jumhur Ulama mengatakan bahwa jumlah rakaat Salat Tarawih dari Nabi Muhammad Saw. tidak memiliki batasan yang pasti. Oleh karenanya, tidak ada kesepakatan di antara para Ulama terkait jumlah rakaat Salat Tarawih. Pada masa Khalifah Umar, diriwayatkan bahwa kaum Muslimin mendirikan salat tarawih dua puluh rakaat. Pada masa Umar Bin Abdul Aziz, umat Muslim mendirikan salat ini dengan jumlah rakaat tiga puluh enam.  Dua pendapat ini menurut Maliki sama-sama benar.

Kalangan yang berpendapat jumlah rakaat tarawih delapan, mengambil hadis yang diriwayatkan Abu Salamah Bin Abdurrahman.

Di sinilah contoh keragaman pengamalan bisa kita lihat dapat berjalan dengan harmonis. Hal ini merupakan representasi dari keragaman yang terjadi di Indonesia, bahwa masyarakat dapat bersikap luwes tanpa menyalahkan golongan yang berbeda pendapat. Keragaman yang dimaksud adalah latar belakang budaya, ras, suku, agama, dan juga praktek pengamalan dalam agama yang sama. Sebab pada teks yang sama, bisa jadi terdapat penafsiran yang beragam.

Keragaman adalah realitas yang sangat baik jika kita sikapi dengan tangan terbuka. Dalam konteks perbedaan jumlah rakaat Salat Tarawih misalnya, kita terpaut jauh beberapa abad dari masa Nabi Muhammad Saw, yang mana berdasarkan beberapa pendapat, tidak ada batasan rakaat pada masanya. Bahkan generasi sahabat Nabi dan Tabi’in, hanya bisa menafsirkan melalui riwayat-riwayat hadis yang sangat terbatas.

Pun demikian pada persoalan perbedaan hal-hal lainnya. Dalam bingkai kebangsaan Indonesia, sering diistilahkan dengan Bhinneka Tunggal Ika, yakni berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan. Adanya perbedaan antara satu dengan yang lainnya, jangan kemudian dijadikan sebagai kesimpulan bahwa salah satunya adalah yang terbaik dan terpuji. Semuanya sama. Mari kita sikapi dengan tangan terbuka dan hati yang menerima.

 

* Artikel ini telah tayang di ganaislamika.com dengan judul Perbedaan Jumlah Rakaat Tarawih, Representasi Pluralisme Indonesia

M. Warits

M. Warits

Alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar.

ARTIKEL TERKAIT

Ilmu untuk Dipamerkan atau Diamalkan? Sebuah Refleksi di Era Digital
Kolom

Ilmu untuk Dipamerkan atau Diamalkan? Sebuah Refleksi di Era Digital

24 Oktober 2026
Antifragile: Berhenti karena Khawatir Penilaian Orang, Mau Sampai Kapan?Antifragile: Berhenti karena Khawatir Penilaian Orang, Mau Sampai Kapan?
Kolom

Antifragile: Berhenti karena Khawatir Penilaian Orang, Mau Sampai Kapan?

22 Oktober 2026
Yang Mereka Pahami tentang Ekspresi Cinta
Kolom

Yang Mereka Pahami tentang Ekspresi Cinta

17 Oktober 2026
Proses Terjadinya Hujan, Antara Perspektif Mu'tazilah dan Ilmu Pengetahuan Modern
Kolom

Proses Terjadinya Hujan, Antara Perspektif Mu’tazilah dan Ilmu Pengetahuan Modern

17 Oktober 2026
Ngaji Online atau Duduk di Hadapan Guru, Di Mana Letak Barokahnya?
Kolom

Ngaji Online atau Duduk di Hadapan Guru, Di Mana Letak Barokahnya?

16 Oktober 2026
Ketika Agama Kehilangan Sanad: Kritik atas Fenomena Berbicara Tanpa Ilmu di Era Digital
Kolom

Ketika Agama Kehilangan Sanad: Kritik atas Fenomena Berbicara Tanpa Ilmu di Era Digital

15 Oktober 2026

Discussion about this post

BACA JUGA

Ilmu untuk Dipamerkan atau Diamalkan? Sebuah Refleksi di Era Digital

Ilmu untuk Dipamerkan atau Diamalkan? Sebuah Refleksi di Era Digital

24 Oktober 2026
Antifragile: Berhenti karena Khawatir Penilaian Orang, Mau Sampai Kapan?Antifragile: Berhenti karena Khawatir Penilaian Orang, Mau Sampai Kapan?

Antifragile: Berhenti karena Khawatir Penilaian Orang, Mau Sampai Kapan?

22 Oktober 2026
Yang Mereka Pahami tentang Ekspresi Cinta

Yang Mereka Pahami tentang Ekspresi Cinta

17 Oktober 2026
Proses Terjadinya Hujan, Antara Perspektif Mu'tazilah dan Ilmu Pengetahuan Modern

Proses Terjadinya Hujan, Antara Perspektif Mu’tazilah dan Ilmu Pengetahuan Modern

17 Oktober 2026
Ngaji Online atau Duduk di Hadapan Guru, Di Mana Letak Barokahnya?

Ngaji Online atau Duduk di Hadapan Guru, Di Mana Letak Barokahnya?

16 Oktober 2026
Ketika Agama Kehilangan Sanad: Kritik atas Fenomena Berbicara Tanpa Ilmu di Era Digital

Ketika Agama Kehilangan Sanad: Kritik atas Fenomena Berbicara Tanpa Ilmu di Era Digital

15 Oktober 2026
  • Tentang
  • Kirim Tulisan
  • Kontributor
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 sungkemkiai.com - All rights reserved.

No Result
View All Result

Copyright © 2025 sungkemkiai.com - All rights reserved.