Sungkem Kiai
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
No Result
View All Result
Sungkem Kiai
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
Home Kolom

Cermin Aisyah dalam Generasi Perempuan Milenial dan GEN  Z

Iffah Sholehah Mahmud by Iffah Sholehah Mahmud
27 Juni 2025
A A
perempuan solehah

Ilustrasi perempuan solehah. (Foto: Dok. Istimewa)

Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anha adalah istri ketiga Nabi Muhammad ﷺ dan putri dari sahabat paling dekat beliau, Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ia bukan hanya pendamping hidup Rasulullah, tetapi juga murid, pewaris ilmu, dan guru bagi umat Islam. Aisyah Radiallahu Anha memiliki Daya Ingat yang sangat tajam  Pemahaman  Mendalam

Aisyah dikenal sebagai salah satu perawi hadits terbanyak. Ia meriwayatkan lebih dari 2.000 hadits, banyak di antaranya berisi detail kehidupan Rasulullah ﷺ yang tidak diketahui oleh sahabat lainnya. Ia memiliki ingatan yang sangat kuat dan pemahaman yang kritis. 

Aisyah dikenal sebagai seorang Ahli Fiqih dan Tafsir yang dididik oleh Rasulullah. Ulama besar seperti Urwah bin Zubair dan al-Qasim bin Muhammad berkata:“Aku tidak pernah melihat seorang yang lebih tahu tentang ilmu fikih, kedokteran, dan syair Arab selain Aisyah.”

Bahkan para sahabat senior seperti Umar bin Khattab dan Ibnu Umar sering meminta fatwa kepadanya. Ini membuktikan bahwa Aisyah memiliki kedudukan intelektual yang sangat tinggi, setara bahkan melampaui sebagian besar sahabat laki-laki. Selain itu, Aisyah Juga dikenal sebagai Guru Para Ulama
Setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, rumah Aisyah menjadi pusat ilmu. Para Tabi’in datang dari berbagai daerah untuk belajar kepadanya. Ia tidak hanya menyampaikan ilmu, tapi juga mendidik dengan cara berpikir kritis, adab berdialog, dan akhlak mulia.

Bagaimana Cara Kita menjadi Aisyah Masa Kini?

1. Menjadi Perempuan yang Mencintai Ilmu 

 Aisyah adalah simbol kecintaan terhadap ilmu, wanita masa kini meneladaninya dengan: menjadi pembelajar sepanjang hayat, baik jalur formal maupun informal “ Ingat semboyan kita Nggih Ngaji sampai Mati”.

“Ilmu adalah kekuatan, dan Aisyah adalah buktinya” 

2. Menjaga Reputasi dan Martabat

Aisyah dikenal akan kesucian dan kehormatanya. Ia dijaga oleh wahyu dari Allah ketika fitnah menimpanya. Di zaman media sosial dan digital yang bebas, perempuan muslimah bisa meneladani Aisyah dengan: menjaga etika berpakaian dan berinteraksi, menghindari pencitraan dan merendahkan diri, menjadi contoh dalam kesucian lisan dan tulisan. 

Aisyah bukan hanya tokoh sejarah, Aisyah adalah cerminan perempuan masa kini: cerdas dalam berpikir, tegas dalam menyampaikan pendapat, kritis dalam kebenaran, lembut dalam sikap namun tajam dalam ilmu. 

“Jika kita ingin tahu siapa role model perempuan hari ini, tak perlu mencari ke barat atau selebritas TikTok. Lihatlah Aisyah. Di usianya yang muda, ia menjadi ahli hadis, cendekia, dan pemikir. Maka, perempuan Gen Z seperti saya pun harus mampu menjadi pemilik ilmu dan suara kebenaran, bukan hanya pengikut tren.”

Semangat Aisyah sebagai perempuan beri ntelektual tinggi tercermin dalam sosok perempuan muda hari ini, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z. Mereka bukan hanya aktif di dunia digital, tetapi juga mulai mewarisi kecintaan pada ilmu, ketajaman berpikir, dan keberanian menyuarakan kebenaran, sebagaimana Aisyah

Pesan Indah yang dapat diambil dari kisah diatas: 

  • Belajar yang gigih dan mencintai ilmu, karena dengan ilmu kamu berguna, dengan ilmu kamu di hargai, dengan ilmu dunia kamu genggam, dan dengan  kamu akan mendapatkan kebahagian yang sesungguhnya.
  • Berpakaianlah yang santun seperti layaknya santri yang berilmu
  • Menjaga kesucian lisan, mengontrol lagi dalam berbicara agar tidak menyakiti hati sahabat, dan orang terdekat.
Iffah Sholehah Mahmud

Iffah Sholehah Mahmud

Mahasiswi Magister Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia

ARTIKEL TERKAIT

Tanpa Nahwu, Tafsirmu Rawan Keliru: Mengembalikan Otoritas Nahwu dalam Memahami Dalil Agama
Kolom

Tanpa Nahwu, Tafsirmu Rawan Keliru: Mengembalikan Otoritas Nahwu dalam Memahami Dalil Agama

4 Januari 2026
NU, Tambang Batu Bara dan Energi dari Neraka
Kolom

NU, Tambang Batu Bara dan Energi dari Neraka

24 Desember 2025
Santri Harus Punya Komitmen Sekali Menulis, Tetap Menulis
Kolom

Santri Harus Punya Komitmen Sekali Menulis, Tetap Menulis

23 Desember 2025
Agama Sudah Ketinggalan Zaman?
Kolom

Agama Sudah Ketinggalan Zaman?

23 Desember 2025
Jeritan Alam dan Dosa Keserakahan Manusia: Telaah Pemikiran Sayyed Hosesein Nasr
Kolom

Jeritan Alam dan Dosa Keserakahan Manusia: Telaah Pemikiran Sayyed Hosesein Nasr

14 Desember 2025
Tangan-Tangan Manusia: Akar Kerusakan Ekologis Kita
Kolom

Tangan-Tangan Manusia: Akar Kerusakan Ekologis Kita

2 Desember 2025

Discussion about this post

BACA JUGA

Tanpa Nahwu, Tafsirmu Rawan Keliru: Mengembalikan Otoritas Nahwu dalam Memahami Dalil Agama

Tanpa Nahwu, Tafsirmu Rawan Keliru: Mengembalikan Otoritas Nahwu dalam Memahami Dalil Agama

4 Januari 2026
Masa Iya, Bercanda Ada Adabnya?

Masa Iya, Bercanda Ada Adabnya?

2 Januari 2026
Ketika Surga Terasa Lebih Dekat: Kisah Perpisahan Fathimah Az-Zahra

Ketika Surga Terasa Lebih Dekat: Kisah Perpisahan Fathimah Az-Zahra

1 Januari 2026
NU, Tambang Batu Bara dan Energi dari Neraka

NU, Tambang Batu Bara dan Energi dari Neraka

24 Desember 2025
Santri Harus Punya Komitmen Sekali Menulis, Tetap Menulis

Santri Harus Punya Komitmen Sekali Menulis, Tetap Menulis

23 Desember 2025
Doa, Jhembharate dan Cerita Orang-Orang dari Suku Kindah

Doa, Jhembharate dan Cerita Orang-Orang dari Suku Kindah  

23 Desember 2025
  • Tentang
  • Kirim Tulisan
  • Kontributor
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 sungkemkiai.com - All rights reserved.

No Result
View All Result

Copyright © 2025 sungkemkiai.com - All rights reserved.