Sungkem Kiai
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
No Result
View All Result
Sungkem Kiai
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
Home Khazanah

Takbiran Dibuat Pujian

KH. Ma'ruf Khozin by KH. Ma'ruf Khozin
24 Juli 2025
A A
Takbiran Dibuat Pujian

Ilustrasi gambar takbiran. (Foto: Freepik).

Saat saya tinggal di Keputih, Surabaya, ada Takmir Masjid As Saadah yang telpon saya, bahwa Takbiran di hari-hari Tasyriq dilakukan setelah Salat Wajib, bukan sebelum Salat. Padahal umumnya masjid-masjid NU melakukan takbiran di saat puji-pujian. Konon di masjid tersebut mendapat teguran dari seorang ustaz.

Apakah berarti salah dan menyalahi syariat? Sebentar dulu, jangan gegabah ini salah, itu salah. Saya paling tidak suka bila menyalahkan sesama Muslim apalagi sesama Mazhab Syafi’i. Mari kita cek lagi kitab-kitab besar di Mazhab Syafi’i. Salah satu ulama penarjih Mazhab Syafi’i, Syekh Ibnu Hajar, menjelaskan:

(ﻭاﻷﻇﻬﺮ ﺃﻧﻪ ﻳﻜﺒﺮ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻷﻳﺎﻡ ﻟﻠﻔﺎﺋﺘﺔ) اﻟﻤﻔﺮﻭﺿﺔ ﺃﻭ اﻟﻨﺎﻓﻠﺔ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﻭ ﻓﻲ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻭاﻟﻤﻨﺬﻭﺭﺓ (ﻭاﻟﺮاﺗﺒﺔ ﻭاﻟﻨﺎﻓﻠﺔ

Pendapat yang kuat bahwa tetap melakukan takbiran di hari-hari Tasyriq untuk Salat yang diqadha’, baik salat Wajib atau Salat Sunah yang di hari Tasyriq atau lainnya, juga Salat yang dinazari, Salat Sunah Rawatib dan Salat Sunah Mutlaqah (Tuhfah Al-Muhtaj, 3/53).

Jadi selesai Salat Sunah Rawatib dianjurkan untuk takbiran pendapat ini merujuk pada kitab Raudhah At-Thalibin 1/174. Tetapi realitanya masih dianggap keliru karena kadang di masjid dan musala setelah azan langsung takbiran, tidak salat Rawatib dulu. Inilah yang perlu diarahkan, salat Rawatib dulu baru takbiran. Namun perlu diketahui ada penjelasan tentang awal waktu takbiran:

اﻟﺬﻱ ﻳﻈﻬﺮ ﺩﺧﻮﻝ ﻭﻗﺖ اﻟﺘﻜﺒﻴﺮ ﺑﻤﺠﺮﺩ اﻟﻔﺠﺮ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻔﻌﻞ اﻟﺼﺒﺢ

“Yang jelas, masuk waktu takbiran adalah terbitnya Fajar 9 Arafah meski belum melakukan Salat Subuh” (Hawasyi Syarwani, 3/53).

Dalil Hari Tasyriq Untuk Takbiran

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ طُعْمٍ وَذِكْرِ اللَّهِ »

Hadis “Hari-hari Tasyriq adalah hari-hari untuk makan dan berdzikir kepada Allah” (HR Ahmad dan Nasai dari Abu Hurairah).

Dalil Takbiran Dilakukan Dengan Suara Keras

ﻭﻛﺎﻥ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، «ﻳﻜﺒﺮ ﻓﻲ ﻗﺒﺘﻪ ﺑﻤﻨﻰ ﻓﻴﺴﻤﻌﻪ ﺃﻫﻞ اﻟﻤﺴﺠﺪ، ﻓﻴﻜﺒﺮﻭﻥ ﻭﻳﻜﺒﺮ ﺃﻫﻞ اﻷﺳﻮاﻕ ﺣﺘﻰ ﺗﺮﺗﺞ ﻣﻨﻰ ﺗﻜﺒﻴﺮا»

Umar membaca takbir di tendanya di Mina, lalu didengar oleh jemaah masjid dan mereka bertakbir. Juga orang-orang pasar bertakbir sehingga Mina bergemuruh dengan takbir (Sahih Bukhari).

Dalil Takbiran Setelah Salat Selama Tasyriq

قال كان عمر بن الخطاب رضي الله عنه يكبر بعد صلاة الفجر من يوم عرفة إلى صلاة العصر من آخر ايام التشريق

Umar bin Khattab membaca Takbir setelah Subuh di hari Arafah hingga Ashar akhir Tasyriq (Riwayat Al Hakim).

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُكَبِّرُ فِى صَلاَةِ الْفَجْرِ يَوْمَ عَرَفَةَ إِلَى صَلاَةِ الْعَصْرِ مِنْ آخِرِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ حِينَ يُسَلِّمُ مِنَ الْمَكْتُوبَاتِ

Hadis “Rasulullah shalallahu alaihi wasallam membaca Takbir saat Subuh di hari Arafah hingga Ashar akhir Tasyriq ketika salam dari Salat wajib (HR Daraquthni, tetapi para ulama menilai sebagai hadis Daif).

Takbiran Setelah Salat Sunah

وكان أبو جعفر محمد بن علي يكبر بمنى أيام التشريق خلف النوافل

Abu Jakfar Muhammad bin Ali membaca takbir di Mina setelah Salat Sunah (Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra).

Kesimpulannya, di hari-hari Tasyriq tetap dianjurkan Takbiran, baik setelah Salat wajib atau sebelumnya dengan mendahulukan Sunah Rawatib. Dilakukan dengan bersama-sama.

KH. Ma'ruf Khozin

KH. Ma'ruf Khozin

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Suramadu Labang Bangkalan

ARTIKEL TERKAIT

Doa, Jhembharate dan Cerita Orang-Orang dari Suku Kindah
Khazanah

Doa, Jhembharate dan Cerita Orang-Orang dari Suku Kindah  

23 Desember 2025
Kiai atau Pendakwah Penampilan Mewah
Khazanah

Kiai atau Pendakwah Penampilan Mewah

3 November 2025
Bintang di Langit Kenabian: Cahaya Wanita Surga yang Tak Pernah Padam
Khazanah

Bintang di Langit Kenabian: Cahaya Wanita Surga yang Tak Pernah Padam

8 Oktober 2025
Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari
Khazanah

10 Indikator Cinta Nabi Menurut Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari

16 September 2025
Zaid: Dari Contoh Nahwu ke Cermin Peradaban
Khazanah

Zaid: Dari Contoh Nahwu ke Cermin Peradaban

24 Agustus 2025
Tetap di Atas Lekar di Era Gempuran di Atas Mimbar
Khazanah

Tetap di Atas Lekar di Era Gempuran di Atas Mimbar

23 Juli 2025

Discussion about this post

BACA JUGA

Tanpa Nahwu, Tafsirmu Rawan Keliru: Mengembalikan Otoritas Nahwu dalam Memahami Dalil Agama

Tanpa Nahwu, Tafsirmu Rawan Keliru: Mengembalikan Otoritas Nahwu dalam Memahami Dalil Agama

4 Januari 2026
Masa Iya, Bercanda Ada Adabnya?

Masa Iya, Bercanda Ada Adabnya?

2 Januari 2026
Ketika Surga Terasa Lebih Dekat: Kisah Perpisahan Fathimah Az-Zahra

Ketika Surga Terasa Lebih Dekat: Kisah Perpisahan Fathimah Az-Zahra

1 Januari 2026
NU, Tambang Batu Bara dan Energi dari Neraka

NU, Tambang Batu Bara dan Energi dari Neraka

24 Desember 2025
Santri Harus Punya Komitmen Sekali Menulis, Tetap Menulis

Santri Harus Punya Komitmen Sekali Menulis, Tetap Menulis

23 Desember 2025
Doa, Jhembharate dan Cerita Orang-Orang dari Suku Kindah

Doa, Jhembharate dan Cerita Orang-Orang dari Suku Kindah  

23 Desember 2025
  • Tentang
  • Kirim Tulisan
  • Kontributor
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 sungkemkiai.com - All rights reserved.

No Result
View All Result

Copyright © 2025 sungkemkiai.com - All rights reserved.