Sungkem Kiai
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
No Result
View All Result
Sungkem Kiai
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
Home Uswah

Ketika Imam Taqiyuddin al-Subki Ngalap Berkah kepada Imam Nawawi

Ma'ruf Azmy by Ma'ruf Azmy
27 Juni 2025
A A
Ketika Imam Taqiyuddin al-Subki Ngalap Berkah kepada Imam Nawawi

Diceritakan Syaikhul Islam Taqiyuddin al-Subki (w. 756 H) itu saking alimnya, andaikan mazahib al-arba’ah atau empat mazhab fikih dibumihanguskan maka ia mampu meng-imla’ kembali atau mendikte ulang apa yang ada dalam empat mazhab fikih tadi melalui hafalannya yang menancap kuat dalam dadanya.

Imam al-Subki juga pernah berkata mengenai perpustakaan Nizamiyah, suatu perpustakaan terbesar dan terlengkap pada masa itu, “Sungguh aku tidak membutuhkan perpustakaan Nizamiyyah ini. Malahan, perpustakaan inilah yang sesungguhnya membutuhkanku. Karena koleksi yang berada didalamnya masih banyak yang membutuhkan untuk aku syarahi atau komentari.”1

Perkataan al-Subki ini tidak menunjukkan kesombongan, melainkan ia hanya menunaikan perintah tahadduts binni’mah. Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an surat Adh-Dhuha ayat 11:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Artinya, “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu sebutkan.” (QS. Adh-Dhuha: 11).

oleh Imam Mujahid bin Jabir dalam kitab Tafsir Mujahid halaman 735, ayat ini ia tafsiri dengan menggunakan definisi yang dinyatakan Sayyid Husain bin Ali Radhiyallahu Anhu:

هُوَ الْعَمَلُ الصَّالِحُ يَعْمَلُهُ الرَّجُلُ فَيُحَدِّثُ بِهِ إِخْوَانَهُ مِنْ أَهْلِ ثِقَاتِهِ لِيَسْتَنَّ بِهِ وَيَعْمَلَ مِثْلَهُ

“(Tahadduts binni’mah) yaitu sebuah amal yang dilakukan seseorang kemudian ia menceritakannya terhadap saudara yang dipercaya dengan tujuan agar ia mampu meniru dan melakukan hal serupa.”2

Syaikhul Islam Taqiyuddin al-Subki tidak mengusung niat untuk pamer atau sombong melainkan ia hanya menceritakan nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya dalam rangka bersyukur atas perolehannya tersebut.

Suatu ketika pada tahun 742 H. al-Subki mendengar kebesaran dan kejeniusan Imam Nawawi (w. 676 H) sehingga ia bertekad untuk mengunjunginya demi memverifikasi kebenaran kabar tersebut. Imam Nawawi adalah seorang ulama yang bertempat tinggal di Nawa, sebuah daerah di Kawasan Hauran Damaskus, Irak. Semasa hidupnya ia belum sempat menikah karena wafat diusia muda dan sibuknya dalam menekuni ilmu.

Dalam perjalanan menuju Damaskus, al-Subki pergi dengan menaiki bighal. Ditengah-tengah  perjalanan ia disejajari oleh seorang laki-laki tua yang berjalan kaki sembari berucap: “Aku pernah bertemu dan melihat al-Faqih Yahya al-Nawawi satu kali.”

Seketika al-Subki turun dari kendaraannya dan berkata: “Demi Allah, aku tidak akan naik kendaraan sedangkan orang yang pernah melihat Imam Nawawi jalan kaki.”

Singkat cerita, sampailah al-Subki di Nawa, Damaskus ketika hari sudah petang. Tetapi setelah beberapa saat, ia mendengar kabar bahwa Imam Nawawi sudah wafat. Lalu ia meminta kepada penduduk sekitar untuk mengantarkannya ke madrasah Darul Hadits al-Asyrafiyah, tempat dimana Imam Nawawi mengajarkan ilmu.

Setelah memasuki madrasah tersebut, al-Subki menanyakan kepada orang yang mengantarkannya tadi dimana letak Imam Nawawi duduk ketika mengajar. Setelah ditunjukkan letaknya, tanpa ada yang pernah menyangka, tiba-tiba al-Subki menempelkan wajahnya yang mulia ke lantai dimana Imam Nawawi pernah duduk disitu sembari menendangkan syair:

وفي دار الحديث لطيف معنى # أصلي في جوانبها وآوي

لعلي أن امس بحر وجهي # مكانا مسه قدم النواوي

Artinya, ”Pada Darul Hadits ini terdapat makna (rahasia) yang tersimpan, sehingga Aku melakukan sholat dan mencari perlindungan di sampingnya. Tidak lain tidak bukan supaya dengan seluruh wajahku ini dapat menyentuh tempat yang pernah disentuh oleh telapak kakinya Imam Nawawi.”3

Terlepas dari khilafiyah mengenai tabarruk seperti yang telah al-Subki dan Ibnu Taimiyah perdebatkan dulu, melihat kisah diatas menjadikan hati merinding hebat karena kesungguhan dan luar biasanya Syaikhul Islam Taqiyuddin al-Subki yang mulia itu dalam “ngalap berkah” kepada kekasih Allah.

 

Referensi :
1 Tafsir Mujahid (1, 735) https://ia800206.us.archive.org/34/items/waq90893/90893.pdf
2 Majlis Ta’lim Ustadz Syahidin Kejayan Pasuruan di Musholla Mayangan
3 Thabaqat al-Syafi’iyah al-Kubra (8, 396) https://ia904706.us.archive.org/7/items/WAQ5093/tshk08.pdf

Ma'ruf Azmy

Ma'ruf Azmy

Alumni MUS-YQ Kwanaran dan sekarang menempuh studi di Pondok Tahfidh Yanbu'ul Qur'an dan Ma'had Aly Yanbu'ul Qur'an, Kudus.

ARTIKEL TERKAIT

KH Abdul Karim
Uswah

Belajar yang Tak Pernah Usai: KH Abdul Karim dan Keinginan Diakui sebagai Santri Syaikhona Kholil Bangkalan

15 Februari 2026
Ketika Nabi Muhammad SAW Tidak Punya Uang
Uswah

Ketika Nabi Muhammad SAW Tidak Punya Uang

14 Januari 2026
Ketika Surga Terasa Lebih Dekat: Kisah Perpisahan Fathimah Az-Zahra
Uswah

Ketika Surga Terasa Lebih Dekat: Kisah Perpisahan Fathimah Az-Zahra

1 Januari 2026
Ketekunan Mengalahkan Kebodohan
Uswah

Ketekunan Mengalahkan Kebodohan: Studi Kasus Al-Muzani dalam Tradisi Ilmiah Islam

26 Juli 2025
R.K.H. Muhammad Syamsul Arifin
Tokoh

R.K.H. Muhammad Syamsul Arifin, Bapak Pembaruan Banyuanyar yang Arif dan Berkemajuan

26 Juni 2025
Ketika Syaikh Baqir Al-Jugjawi Diminta Pulang oleh Pamannya, KH. Ahmad Dahlan
Uswah

Ketika Syaikh Baqir Al-Jugjawi Diminta Pulang oleh Pamannya, KH. Ahmad Dahlan

23 Agustus 2025

Discussion about this post

BACA JUGA

Catatan Ngaji KH. An’im (1): Keilmuan Mbah Dim dan Thariqah Ta’lim wa Ta’allum

Catatan Ngaji KH. An’im (1): Keilmuan Mbah Dim dan Thariqah Ta’lim wa Ta’allum

24 Februari 2026
As-Siroj Al-Munir, Karya Ulama Alexandria yang Serasi Dengan Suasana Keislaman di Madura

As-Siroj Al-Munir, Karya Ulama Alexandria yang Serasi Dengan Suasana Keislaman di Madura

24 Februari 2026
Kiai dan Tantangan Zaman: Menjaga Cahaya Pesantren di Era Digital

Kiai dan Tantangan Zaman: Menjaga Cahaya Pesantren di Era Digital

16 Februari 2026
KH Abdul Karim

Belajar yang Tak Pernah Usai: KH Abdul Karim dan Keinginan Diakui sebagai Santri Syaikhona Kholil Bangkalan

15 Februari 2026
Yang Harus Diingat, Al-Ghazali Juga Penulis

Yang Harus Diingat, Al-Ghazali Juga Penulis

3 Februari 2026
Kebebasan Berfatwa atau Kekacauan Beragama? Debat Panjang Taqlid dalam Fath al- Majid

Kebebasan Berfatwa atau Kekacauan Beragama? Debat Panjang Taqlid dalam Fath al- Majid

30 Januari 2026
  • Tentang
  • Kirim Tulisan
  • Kontributor
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 sungkemkiai.com - All rights reserved.

No Result
View All Result

Copyright © 2025 sungkemkiai.com - All rights reserved.