Sungkem Kiai
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
No Result
View All Result
Sungkem Kiai
No Result
View All Result
  • Kolom
  • Telaah
  • Khazanah
  • Mozaik
  • Syariah
  • Tasawuf
  • Uswah
  • Tokoh
  • Doa
  • Khutbah
Home Telaah

Konsep Rumah Ideal dalam Kitab Al Kaafi fii Tafsiri Surah Al Kahfi

Akmal Khafifudin by Akmal Khafifudin
27 Juni 2025
A A
Konsep Rumah Ideal dalam Kitab Al Kaafi fii Tafsiri Surah Al Kahfi

Al Kaafi fii Tafsiri Surah Al Kahfi ini merupakan salah satu kitab tafsir kontemporer yang ditulis oleh KH. Thoha Muntaha bin KH. Abdul Mannan, pengasuh BPUI (Balai Pendidikan Utama Islam) Minhajut Thullab Krikilan, Glenmore, Banyuwangi dan Ponpes Minhajut Thullab cabang Way Jepara, Lampung. Tafsir surah Al Kahfi yang ditulis oleh putra dari KH. Abdul Manan Sumberberas, Muncar, Banyuwangi yang masih cucu dari KH. Abdul Basyar Jalen / Guru Syaikona Kholil Bangkalan memiliki corak penafsiran yang kompeherensif berbasis Sains. Dari keseluruhan kitab tafsir ini yang berjumlah 413 halaman, terdapat satu pasal menarik yang membahas tentang konsep rumah ideal dan hal tersebut telah dicontohkan dalam gua yang dihuni oleh para “Ashabul Kahfi”.

Dalam menafsirkan QS. Al – Kahfi ayat 17, Kiai Thoha membagi sub bab pembahasan tersebut menjadi dua, yakni pasal tentang matahari dan pasal tentang konsep rumah yang ideal. Di pasal kedua ini Kiai Thoha menjelaskan secara detail demikian :

لتحصيل ضوء الشمس بالشكل الأمثل, يجب عمل فتحات مناسبة تحدد جودة ضوء الشمس الذي يدخل الغرفة

“Untuk mendapatkan sinar matahari secara ideal, maka wajiblah membuat suatu korelasi yang cocok dan mengintegrasikan sinar matahari agar dapat masuk ruangan”.[1]

Kiai Thoha dalam penjelasan lebih lanjut di channel Youtube – nya “Thoha Mannan”, diterangkan secara rinci bahwa rumah yang ideal itu adalah rumah yang di dalamnya dapat dimasuki oleh sinar matahari dari segala penjuru arah. Kemudian beliau meneruskan penjabarannya dalam kitab tafsir ini,

ويجب معرفة أن عدد الإشعاع لكل اتجاه له حجم مختلف

“Dan wajib mengetahui bilangan radius dari beberapa arah berdasarkan perhitungan yang bersifat variatif”[2]

Untuk membuat hunian ideal yang nantinya akan mendapatkan pancaran sinar matahari, diperlukan perhitungan yang akurat agar rumah hunian sehat tersebut tidak gelap di salah satu sisi ruangan. Lalu Kiai Thoha meneruskan penjelasan dalam tafsirnya ini bahwa dari penafsiran ini dapat kita pahami bersama, jika kebanyakan orang memilih membangun rumahnya dengan menghadap ke selatan atau ke utara, karena dari arah tersebut rumahnya akan ideal mendapatkan pancaran sinar matahari. Baik ketika terbit dari arah timur, maupun menjelang terbenam dari arah barat.

Sebagai penutp dalam pasal ini, Kiai Thoha menerangkan bahwa jika sebuah hunian tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup di dalam ruangannya, mungkin bisa dipastikan bahwa rumah tersebut kurang nyaman untuk dihuni. Selain itu dalam channel Youtube beliau yang berisi video interaktif kajian kitab ini, Kiai Thoha menyampaikan bahwa rumah yang ideal adalah rumah yang mendapat pancaran sinar matahari dari sisi kanan dan sisi kirinya.

Melalui kisah “Ashabul Kahfi” inilah kita dapat mengambil i’tibar (pelajaran) yang salah satunya adalah bagaimana menciptakan sebuah hunian yang ideal untuk kita tempati. Wallahu A’lam Bishowwab.

***

[1] KH. Thoha Muntaha Abdul Manan, “Al – Kaafi fii Tafsiri Surah Al – Kahfi”, (Banyuwangi , Pustaka Minhajut Thullab : 2023), hal. 50.

[2] Ibid, 50.

Akmal Khafifudin

Akmal Khafifudin

Mahasiswa UIN KH. Achmad Siddiq Jember yang merupakan alumnus Ponpes Darul Ulum Jombang dan Ponpes Minhajut Thullab Glenmore, Banyuwangi. Kini penulis nyantri di Ponpes Darul Amien Gembolo, Banyuwangi serta merintis Perpustakaan di Pesantren tersebut.

ARTIKEL TERKAIT

As-Siroj Al-Munir, Karya Ulama Alexandria yang Serasi Dengan Suasana Keislaman di Madura
Telaah

As-Siroj Al-Munir, Karya Ulama Alexandria yang Serasi Dengan Suasana Keislaman di Madura

24 Februari 2026
Kifayatil Awam yang Lebih dari Cukup untuk Masyarakat Awam
Telaah

Kifayatil Awam yang Lebih dari Cukup untuk Masyarakat Awam

18 November 2025
Rasional Tanpa Menjadi Liberal
Telaah

Rasional Tanpa Menjadi Liberal, Upaya Tokoh Muslim Konservatif Memerangi Liberalisme

16 September 2025
Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 dan 17
Telaah

Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 dan 17

18 Agustus 2025
KH. Ahmad Mudjab Mahal
Telaah

Menilik Dua Tafsir Khas Indonesia Karya KH. Ahmad Mudjab Mahalli Yogyakarta

16 Agustus 2025
Tafsir Surah Al-Fatihah dalam Al-Ibriz dan Al-Iklil
Telaah

Tafsir Surah Al-Fatihah dalam Al-Ibriz dan Al-Iklil

5 Agustus 2025

Discussion about this post

BACA JUGA

Ilmu untuk Dipamerkan atau Diamalkan? Sebuah Refleksi di Era Digital

Ilmu untuk Dipamerkan atau Diamalkan? Sebuah Refleksi di Era Digital

24 Oktober 2026
Antifragile: Berhenti karena Khawatir Penilaian Orang, Mau Sampai Kapan?Antifragile: Berhenti karena Khawatir Penilaian Orang, Mau Sampai Kapan?

Antifragile: Berhenti karena Khawatir Penilaian Orang, Mau Sampai Kapan?

22 Oktober 2026
Yang Mereka Pahami tentang Ekspresi Cinta

Yang Mereka Pahami tentang Ekspresi Cinta

17 Oktober 2026
Proses Terjadinya Hujan, Antara Perspektif Mu'tazilah dan Ilmu Pengetahuan Modern

Proses Terjadinya Hujan, Antara Perspektif Mu’tazilah dan Ilmu Pengetahuan Modern

17 Oktober 2026
Ngaji Online atau Duduk di Hadapan Guru, Di Mana Letak Barokahnya?

Ngaji Online atau Duduk di Hadapan Guru, Di Mana Letak Barokahnya?

16 Oktober 2026
Ketika Agama Kehilangan Sanad: Kritik atas Fenomena Berbicara Tanpa Ilmu di Era Digital

Ketika Agama Kehilangan Sanad: Kritik atas Fenomena Berbicara Tanpa Ilmu di Era Digital

15 Oktober 2026
  • Tentang
  • Kirim Tulisan
  • Kontributor
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 sungkemkiai.com - All rights reserved.

No Result
View All Result

Copyright © 2025 sungkemkiai.com - All rights reserved.